Penderita Lupus Boleh Hamil

foto ibu hamilJakarta, Pada dasarnya lupus bukan penyakit keturunan sehingga tidak ada larangan bagi pengidapnya untuk hamil dan punya anak. Hanya saja perlu banyak pertimbangan, sebab kehamilan merupakan kerja fisik yang berat dan butuh daya tahan tubuh yang baik.

Meski beberapa penelitian menyebutkan lupus atau Systemic Lupus Erythematosus juga dipengaruhi faktor genetik, tidak ada bukti kuat bahwa penyakit ini bisa diturunkan. Penyakit ini juga tidak menular sehingga tidak ada risiko bagi janin di dalam kandungan.

Meski begitu orang dengan lupus (odapus) tidak bisa sembarangan merencanakan kehamilan. Spesialis penyakit dalam dari Universitas Indonesia, Prof dr Zubairi Djoerban SpPD KHOM mengatakan ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan agar tidak membahayakan odapus dan kandungannya.

Pertimbangan utama untuk hamil adalah kondisi odapus secara umum harus terkontrol. Artinya dalam jangka waktu tertentu gejala-gejala lupus tidak muncul, kemudian hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar C3 dan C4 (komponen kekebalan tubuh) yang tidak terlalu rendah.

“Kriteria lain yang menunjukkan lupus dalam kondisi terkontrol adalah si pasien menggunakan obat dalam dosis minimal,” ungkap Prof Zubairi dalam seminar “Lupus Update” di RS Kramat 128, Jakarta, Jumat (10/12/2010).

Pertimbangan berikutnya adalah risiko pengobatan terhadap janin. Odapus yang menginginkan kehamilan dilarang berhenti minum obat, sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokternya agar bisa dipilihkan obat yang aman bagi janin.

Risiko yang ditanggung jika pengobatan dihentikan adalah kekambuhan yang tentunya berbahaya bagi janin maupun si odapus sendiri. Kehamilan merupakan kerja fisik yang berat sehingga bisa memicu stres, salah satu pemicu utama kekambuhan lupus.

Jika pertimbangan-pertimbangan itu sudah diperhitungkan, maka odapus aman untuk merencanakan kehamilan. Namun jika kadar C3 dan C4 rendah dan masih sering menunjukkan gejala lupus, maka odapus sangat tidak dianjurkan untuk hamil.

Seperti disampaikan dr Dyah A Waluyo dari Yayasan Lupus Indonesia, penyakit lupus dicirikan oleh minimal 4 dari beberapa gejala berikut ini:

  1. Sakit pada tulang/sendi
  2. Demam berkepanjangan/panas tinggi bukan karena infeksi
  3. Sering merasa cepat lelah
  4. Ruam di kulit
  5. Anemia (kurang darah)
  6. Gangguan ginjal (protein banyak terbuang lewat urin)
  7. Sakit di dada bila menghirup napas panjang
  8. Bercak merah pada wajah membentuk pola kupu-kupu (butterfly rash)
  9. Sensitif terhadap sinar matahari (fotosensitif)
  10. Rambut rontok
  11. Ujung jari pucat atau kebiruan
  12. Stroke
  13. Penurunan berat badan
  14. Sakit kepala
  15. Kejang
  16. Sariawan yang hilang timbul
  17. Keguguran
Sumber : pinginsehat.info

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s