BULLETIN KEWASPADAAN DINI DAN RESPONS

BULLETIN KEWASPADAAN DINI DAN RESPONS

Seksi Pencegahan dan Pengamatan Penyakit Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan

Jl. Indra Bangsawan no 6 Telp. (0727)322059 Kalianda

e-mail: ewarsls@yahoo.co.id

Situasi Minggu ke – 35 (29 Agustus – 4 September 2010) Dinas Kesehatan Kab Lam – Sel

Penyakit/ sindrom yang diamati dalam SKD dan Respons ada 21 macam.

Insidens tertinggi pada minggu ini adalah :

Diare Akut diikuti dengan Suspek Demam Tifoid,Demam yang tidak diketahui  sebabnya, Pnemonia, Malaria Konfirmasi, Diare Berdarah dan Gigitan Hewan Penular Rabies.

Total proporsi morbiditas dari 21 jenis penyakit ini sebesar 7,8 %,

sisanya adalah penyakit lain.

Peringatan Dini:

Pada edisi minggu ini, peringatan dini yang akan ditampilkan adalah Diare Akut, Pnemonia,  Suspek Demam Tifoid, Suspek Campak, dan Gigitan hewan  penular rabies.a.  Diare Akut,

    – Titiwangi      :           29  kasus

    – Branti Raya  :          18  kasus

    b. Pnemonia,

    – Titiwangi     :           11   kasus

    – Bangun Rejo:            6  kasus

    – Sidomulyo   :             7  kasus

    c. Suspek Demam Tifoid,

    – Titiwangi     :            23  kasus

    d. Suspek Campak,

    – Bakau Heni       :     1  kasus

    – Sukadamai       :     1  kasus

    e. Gigitan Hewan Penular Rabies,

    – Way Muli           :     2 kasus

    – Sidomulyo         :     2  kasus

    Di bawah ini adalah Grafik dan mapping up penyakit yang muncul di peringatan dini minggu ke – 35  th. 2010

    Kelengkapan Laporan :

    Kelengkapan laporan pada minggu ke- 35 adalah 96 %. Terima kasih Puskesmas atas kerjasamanya dan telah mengirimkan sms tepat waktu.

    Ketepatan Laporan adalah 96 %. Puskesmas yang tidak melapor adalah puskesmas karang anyar.

    Rekomendasi dan Tindak lanjut:

    1. Melakukan penyelidikan awal untuk peringatan yang ada.
    2. Puskesmas yang ada kasus campak segera dilakukan Surveilen Ketat dan Pengambilan dan pengiriman spesimen untuk Penguatan Diagnosa.
    3. Berkoordinasi dengan dinas pertanian dan peternakan mengenai kasus gigitan Hewan penular rabies serta mengidentifikasi apakah hewan tersebut tercatat dan Telah mendapat vaksinasi.
    4. Puskesmas harus melakukan tatalaksana kasus sesuai prosedur program.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s